ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF E-TAXINVOICES TO REVENUE INCREASE IN VALUE ADDED TAX AT KPP PRATAMA SETIABUDI SATU

Nur Kumala Dewi

Abstract


This study aimed to analyze the application of the benefits of using E-Invoicing to increase acceptance of the Value Added Tax (VAT), to analyze barriers to implementation of E-Tax Invoices, as well as analyzing the number of fictitious tax invoice after implementation of E-Tax Invoices. This study focused on VAT receipts before and after implementation of E-Tax Invoices namely 2015 as well as data Fictitious Tax Invoice in 2014 and 2015.

This research is a qualitative descriptive approach using a model case study. The object of research is VAT receipts before and after implementation of E-Tax Invoices namely 2015 as well as data Fictitious Tax Invoice in 2014 and 2015. Data were obtained through documentation study and interviews. The research data were analyzed using qualitative data analysis techniques and tested its validity by triangulation data.

The results showed that an increase in VAT receipts for before and after implementation of E-Tax Invoices increased by 33.56%. But the increase was not only due to the implementation of E-Tax Invoices but other factors affecting the increase in VAT receipts. As for the fictitious tax invoices in 2015 increased by approximately 132% from 2014 because after implementation of E-Tax Invoices data collection errors that led to the emergence of fictitious tax invoices, can be suppressed and the fictitious tax invoices can be tracked and controlled

Keyword: E-Tax Invoices, Value Added Tax, Fictitious Tax Invoice

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manfaat penggunaan E-Faktur terhadap peningkatan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), menganalisis hambatan dalam penerapan E-Faktur Pajak, serta menganalisis jumlah Faktur Pajak Fiktif setelah penerapan E-Faktur Pajak. Penelitian ini difokuskan pada penerimaan PPN sebelum dan sesudah penerapan E-Faktur Pajak yaitu tahun 2015 serta data Faktur Pajak Fiktif di tahun 2014 dan 2015.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan model penelitian studi kasus. Objek penelitian adalah penerimaan PPN sebelum dan sesudah penerapan E-Faktur Pajak yaitu tahun 2015 serta data Faktur Pajak Fiktif di tahun 2014 dan 2015. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan wawancara. Data penelitian yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif serta diuji keabsahannya dengan triangulasi data.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan penerimaan PPN untuk sebelum dan setelah penerapan E-Faktur Pajak mengalami peningkatan sebesar 33,56%. Namun peningkatan tersebut bukan hanya disebabkan karena adanya penerapan E-Faktur Pajak tetapi faktor lain yang mempengaruhi peningkatan penerimaan PPN tersebut. Sedangkan untuk faktur pajak fiktif di tahun 2015 meningkat sekitar 132% dari tahun 2014 dikarenakan setelah penerapan E-Faktur Pajak, kesalahan pendataan yang menyebabkan munculnya faktur pajak fiktif, bisa ditekan dan pengguna faktur pajak fiktif bisa dilacak dan ditertibkan.

 

Kata Kunci: E-Faktur Pajak, Pajak Pertambahan Nilai, Faktur Pajak Fiktif

 

Daftar Pustaka

Altiar. 2013. “KASUS PAJAK: 80% Kasus Faktur fiktif”. http://m.bisnis.com/finansial/read/20130621/10/146376/kasus-pajak-80-kasus-faktur-fiktif

Bungin, Burhan. (2010). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenama Media Grup.

Creswell, J. W. 1998. Qualitative Inquiry and Research Desain Choosing Among Five Traditions. Thousand Oaks, California: Sage.

Direktorat Jenderal Pajak. 2013.”E-Nofa , Sistem Baru Ditjen Pajak Cegah Faktur Pajak Fiktif”

http://www.pajak.go.id/content/e-nofa-sistem-baru-ditjen-pajak-cegah-faktur-pajak-fiktif

Direktorat Jenderal Pajak. http://ketentuan.pajak.go.id/

Dwiana, Ines.(2010). Pengaruh Kompleksitas Panjang Formulir SPT dan Self Assesment system terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Skripsi.

Ferdiawan, Erick. (2015). Implementasi Elektronik Nomor Seri Faktur Pajak Sebagai Upaya Perbaikan Sistem Administrasi Pajak Pertambahan Nilai. Univeristas Brawijaya.

Fika, Asri Agusti dan Vinola Herawaty. (2009) . Pengaruh Kepatuhan Wajib Pajak Badan Terhadap Peningkatan Penerimaan Pajak Yang Dimoderasi Oleh Pemeriksaan Pajak Pada KPP Pratama. SNA Palembang XII.

Fitra, Aidina. (2015). “Faktur Pajak Fiktif Diungkap”. http://m.harmas.co/2015/10/07/faktur-pajak-fiktif-diungkap

Herdiyansyah, Haris. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-136/PJ/2014 tentang Penetapan Pengusaha Kena Pajak yang Diwajibkan Membuat Faktur Pajak Berbentuk Elektronik

Lubis, Gustian Djuanda Irwansyah. (2011). Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (Edisi Revisi).Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Milles, M., Huberman, A., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). California: SAGE Publication, Inc.

Moleong, L. J. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi revisi). Bandung: Rosda.

Murtopo, Purno, Sjafardamsah, & Binsarjono, Tugiman. (2011). Perpajakan Pendekatan Sertifikasi A-B-C (Buku 1). Jakarta: Mitra Wacana Media.

Narbuko, Cholid & Achmadi, Abu. (2009). Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

Nasution, Chairuddin Syah. 2003. Analisis Potensi dan Pertumbuhan Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia Periode 1990-2000. Kajian Ekonomi dan Keuangan. Vol. 7, No. 2. (Juni)

Pendiangan, Liberti. 2014. Administrasi Perpajakan. Jakarta: Erlangga.

Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER – 16/PJ/2014 tentang Tata Cara Pembuatan dan Pelaporan Faktur Pajak Berbentuk Elektronik.

Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor PER 24/PJ/2012 tentang Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian Keterangan, Prosedur Pemberitahuan Dalam Rangka Pembuatan, Tata Cara Pembetulan atau Penggantian, dan Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 55/PMK.01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 151/PMK.03/2013 tentang Tata Cara Pembuatan dan Tata Cara Pembetulan atau Penggantian Faktur Pajak.

Resmi, Siti. 2011. Perpajakan Teori dan Kasus Buku 1. Jakarta : Salemba Empat.

Roszandi, Dasril. (2015). “ Antisipasi Pajak Fiktif, Ditjen Pajak Bentuk Satgas Khusus”. https://m.tempo.co/read/news/2015/06/24/090677785/antisipasi-pajak-fiktif-ditjen-pajak-bentuk-satgas-khusus

Sekaran, Uma, & Bougie, R. (2013). Research Method for Business. United Kingdom: Wiley.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Sukardji, Untung. 2011. Pokok-Pokok Pajak Pertambahan Nilai Indonesia. Jakarta : Rajagrafindo Persada.

Suryabrata, Sumadi. (2008). Metodologi Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Umar, Husein. (2005). Evaluasi Kinerja Perusahaan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-undang No.6 tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2009 Tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah

Waluyo, Wirawan. 2011. “Perpajakan Indonesia”. Salemba Empat. Jakarta

Yamin, Liyanto dan Titi Muswati Putranti. 2009. Bisnis & Birokrasi, Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi. Model Penyelewengan Pajak Menggunakan Faktur Pajak Fiktif, Volume 16 Nomor 1 Halaman 1-7.


Full Text: Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.