Pengaruh Stock Split terhadap Likuiditas Saham Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006-2010

Marlina Tri Maharani

Abstract


Pemecahan saham (stock split) merupakan cosmetic action, berupa pemecahan nominal saham, yang tidak mempengaruhi aliran kas perusahaan. Stock split dimaksudkan untuk meningkatkan likuiditas saham perusahaan. Likuiditas merupakan hal ingin dicapai oleh semua pemangku kepentingan pasar saham. Likuiditas mendatangkan manfaat antara lain bagi pemerintah, investor, perusahaan, dan eksekutif perusahaan. Telah banyak penelitian yang dilakukan di negara-negara dengan efisiensi pasar yang kuat. Di Indonesia sendiri, penelitian mengenai stock split dan pengaruhnya terhadap likuiditas masih sedikit dan hanya menggunakan satu atau dua proksi (indikator) penentu likuiditas saham. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana stock split mempengaruhi likuiditas saham perusahaan. Penelitian ini menggunakan perusahaan-perusahaan yang melakukan stock split dari 1 Januari 2006 sampai dengan 31 Desember 2010 sebagai objek penelitian. Penelitian ini menggunakan lima proksi (indikator) likuiditas saham, yaitu kapitalisasi pasar, bid-ask spread, jumlah transaksi harian, trading turnover, dan rasio likuiditas. Penelitian ini menggunakan uji beda (t-tes) sebagai metode penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah TMAS, LPKR, JRPT, TSPC, APOL, BMTR, AKRA, SMGR, SOBI, HITS, CPIN, MIRA, TINS, dan ARNA berhasil meningkatkan likuiditas sahamnya dengan stock split. DPNS, EKAD, PLIN, DAVO, ANTM, dan PANS tidak berhasil meningkatkan likuiditas sahamnya dengan stock split. Yang terakhir adalah bahwa tidak terdapat hubungan antara stock split dengan likuiditas saham PJAA.
Kata kunci: stock split, likuiditas, kapitalisasi pasar, bid-ask spread, jumlah transaksi harian, trading turnover, rasio likuiditas.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.