HAK BURUH DALAM LINGKARAN KOMUNIKASI DAN KONSUMSI KONTEMPORER

Indri Djanarko, Rommel Utungga Pasopati

Abstract


Buruh adalah faktor penting dalam pertumbuhan dan pemerataan ekonomi yang bertujuan untuk kesejahteraan konsumsi buruh. Buruh bukanlah kelompok nomor dua karena mereka adalah produsen dan konsumen sekaligus. Pada masa Orde Baru, Hubungan Industrial Pancasila (HIP) muncul untuk menjembatani komunikasi buruh, namun masih belum sesuai hingga saat ini. Serikat buruh pun dinyatakan sebagai simbol perwakilan buruh untuk memperjuangkan hak mereka dalam dialog. Kedua hal tersebut diakomodasi supaya terjadi keterbukaan dalam komunikasi hak buruh. Pada sisi lain, komunikasi antara buruh, negara, dan pasar, juga termediasi oleh opini publik yang sayangnya sering kali mencibir efek samping dari protes buruh daripada fokus pada isu perjuangannya. Mulai dari sampah seusai demonstrasi, konsumsi buruh yang berlebihan, hingga kecemburuan kelas menengah, adalah sisi lain hak buruh. Media massa pun seringkali sangat netral terhadap perjuangan buruh namun menjadi sangat negatif mengenai dampak samping hal tersebut. Maka, hak buruh menunjukkan kompleksitas dialog antara komunikasi pemahaman dan konsumsi buruh. Dengan metode penelitian kualitatif, komunikasi, konsumsi, dan opini publik dianalisis dalam kompleksitas hak buruh terkait persoalan keberagaman perspektif. Kesimpulannya, pemahaman tentang hak buruh adalah terbuka karena kompleksitas komunikasi yang selalu dimaknai dan diinterpretasi dalam lingkaran konsumsi.

Keywords


Komunikasi Organisasi

References


Benn, Stanley I., 1988, A Theory of Freedom, Cambridge University Press: Cambridge.

Buchanan, Ian, 2000, Michel de Certeau: Cultural Theorist, Sage: London.

Calhoun, Craig, (ed.), 1992, Habermas and The Public Sphere, MIT Press: Cambridge.

Dirhantoro, Tito, 2015, Tolak PP Pengupahan, Buruh Akan Mogok Nasional, (online) dalam http://geotimes.co.id/tolak-pp-pengupahan-buruh-akan- mogok nasional/, diakses 14 Februari 2016.

Djanarko, Indri, 2014, Tesis: Hak Kebebasan Berserikat Bagi Pekerja/Buruh, Universitas Narotama: Surabaya. Tesis tidak diterbitkan.

Goode, Luke, 2005, Jürgen Habermas:Democracy and the Public Sphere, Plato Press: London.

Hidayat, Reja, 2015, Serikat Buruh Dunia: Pidato Jokowi Sangat Kontradiktif Soal Buruh, (online) dalam http://geotimes.co.id/serikat-buruh-dunia- pidato-jokowi sangat-kontradiktif-soal-buruh/, diakses 14 Februari 2016.

Highmore, Ben, 2002, Everyday Life and Cultural Theory: An Introduction, Routledge: London.

Homes, David, 2005, Communication Theory: Media, Technology, Society, Sage: London.

Irfansyah, Azhar, 2015, Ada Apa dengan Polisi dan Buruh Kita, (online) dalam http://geotimes.co.id/ada-apa-dengan-polisi-dan-buruh-kita/, diakses 14 Februari 2016.

Irfansyah, Azhar, 2015, "Rutinitas Berita dan Sinisme Terhadap Buruh", dalam Arief, Yovantra dan Utomo, Wisnu Prasetya, 2015, Orde Media: Kajian televisi dan Media di Indonesia Pasca-Orde Baru, INSISTPress: Yogyakarta.

Pribadi, Airlangga, 2015, Mengapa Kelas Menengah Membenci Buruh?, (online) dalam http://geotimes.co.id/mengapa-kelas-menengah-membenci-buruh/, diakses 14 Februari 2016.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed and Abstracted by:

http://journal.bakrie.ac.id/public/site/images/admin/googlescholar_logo_120 http://journal.bakrie.ac.id/public/site/images/admin/sinta_01_120 http://journal.bakrie.ac.id/public/site/images/admin/garuda1_120