TINGKAT LITERASI MEDIA MASYARAKAT DI WILAYAH PERBATASAN PAPUA

Christiany Juditha

Abstract


Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 mengamanatkan bahwa masyarakat informasi Indonesia diproyeksikan terwujud pada 2015-2019. Untuk mencapai sasaran tersebut, ketersediaan infrastruktur informasi yang memadai, baik jumlah akses, kapasitas, kualitas, maupun jangkauan, merupakan syarat utama dan harus dimanfaatkan secara optimal. Kenyataan yang ada saat ini disparitas ketersediaan infrastruktur di wilayah perbatasan Papua-Papua New Guinea masih besar. Begitu pula dengan tingkat melek/literasi media di wilayah perbatasan relatif masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang literasi media TIK masyarakat di wilayah perbatasan Papua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sangat literat terhadap media televisi. Bahkan televisi telah menjadi media utama bagi masyarakat di wilayah perbatasan Papua. Media kedua adalah telepon selular. Mayoritas responden sangat melek teknologi ini meski kebanyakan sebatas menelepon dan ber-SMS saja. Sementara untuk internet dan radio merupakan media yang paling sedikit dan jarang dimanfaatkan responden karena infrastruktur jaringan internet yang

Belum memadai dan tidak memiliki radio untuk dimanfaatkan sebagai media informasi dan hiburan.

 

Kata Kunci: literasi, media, TIK, perbatasan, Papua

 

The National Long-Term Development Plan 2005-2025 mandates that public information Indonesia is projected to materialize in 2015-2019. To achieve these objectives, the availability of adequate information infrastructure, access, capacity, quality, and range, is a major requirement and must be used optimally. The fact that there is currently disparities availability of infrastructure in the border region of Papua-New Guinea is still great. Similarly, the level of media literacy in the border region is still low. This study aimed to get an overview of the ICT media literacy communities in the border region of Papua.The method used in this study is a survey with a quantitative approach. The results show that the public is very literate of the television. Even television has become the primary means for the people in the border region of Papua. The second medium is a mobile phone. The majority of respondents highly literate this technology though just to call and SMS. While the internet and radio is the most little and rarely utilized respondents as the internet network infrastructure is not adequate and does not have a radio to be used as a medium of information and entertainment.

Keywords: literacy, media, ICT, borders, Papua


References


Baran, S. J., and D. K. Davis (2000). Mass Communication Theory: Foundations, Ferment, and Future. Belmont, Calif: Wadsworth.

Buckingham, David (2003). Media Education: Literacy, Learning and Contenporary Culture. Cambridge UK: Polity Press.

Eddyono, Aryo Subarkah (2012). Radio Komunitas dan Kegagalannya Sebagai Media Counter Hegemony, Studi Kasus pada Radio Panagati dan Angkringan Di Yogyakarta. Journal ommunication Spectrum, Vol. 2 No. 1 Februari - Juli 2012. http://jurnal.bakrie.ac.id/index.php/Journal_Communication_spectrum/article/view/36/24 , Diakses 8 November 2014.

Grand Design BNPP (2011). http://www.bnpp.go.id/19-arsip/ebook/69-glossary-sosok-dan-perspektif-2. Diakses 10 November 2014.

Hadi, Sutrisno (1981). Metodologi Research. Yogyakarta: Yayasan Penelitian Fakultas Ilmu Psiko logi UGM.

Hobbs, Renee (1999). Acquisition of Media Literacy Skills among Australian Adolescents. USA: Journal of Broadcasting and Electronic Media.

Imran, Hasyim Ali (2010). Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Masyarakat Pedesaan. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, Juli 2010.

Iriantara, Yosal (2009). Literasi Media, Apa, Mengapa, Bagaimana. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Juditha, Christiany (2012). Peran dan Fungsi Radio Komunitas Desa Silawan Sebagai Media Informasi bagi Masyarakat di Perbatasan RI-Timor Leste. Jurnal BPPKI Manado, Agustus 2012.

Juditha, Christiany (2013). Literasi Media pada Anak di Daerah Perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Jurnal IPTEK-KOM, Vol. 15 No. 1 Juni 2013: hlm 47-62.

Majalah Hict (3 Desember 2013). Kementerian Kominfo Belum Penuhi RPJM 2010-2014. http://majalahict.com/berita-3202- kementerian-kominfo-belum-penuhirpjm-20101014.html. Diakses 8 November 2014.

Masduki (2007). Regulasi Penyiaran: Dari Otoriter ke Liberal. Yogyakarta: Penerbit LKiS.

Morrisan (2004). Periklanan, Komunikasi Pemasaran Terpadu. Cetakan Pertama. Jakarta: Penerbit Ramdina Prakarsa.

Nielsen Newsletter. Edisi 15-31 Maret 2011. http://agbnielsen.com/Uploads/Indonesia/Nielsen_Newsletter_Mar_2011-Ind.pdf. Diakses 8 November 2014.

Pendit, Putu Laxman (2005). Perpustakaan Digital: Perspektif Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia. Depok: Perpustakaan Universitas Indonesia, Seri Perpustakaan dan Informasi 1.

Primawati, Anggraeni (2011). Strategi Penggunaan E-TKI Sebagai Wahana Dalam Mengatasi Kesenjangan Informasi. Journal Communication Spectrum, Vol. 1 No. 2 Agustus 2011 - Januari 2012. http://jurnal.bakrie.ac.id/index.php/Journal_Communication_spectrum/article/view/11/11. Diakses 26 Oktober 2015.

Rachmat, Jalaludin (1998). Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Rosdakarya.

Kriyantono, Rachmat (2006). Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana.

Rencana Strategis Kementerian Komunikasi Dan Informatika. Renstra Kemkominfo 2010-2014.

Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi (1995). Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES.

Solopos. 19 Oktober 2012. Radio Komunitas Perbatasan Belum Efektif. http://www.solopos.com/2012/10/19/radio-komunitas-perbatasan-belum-efektif-340527. Diakses 8 November 2014.

Supardi, A. (1979). Statistik. Bandung: Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Gunung Jati.

Timurnews (15 Oktober 2014). Jaringan 3G Telkomsel Hadir di Perbatasan Indonesia – Papua Nugini. http://www.timurnews.com/2014/10/15/198/jaringan-3g-telkomsel-hadir-diperbatasan-indonesia-papua-nugini/. Diakses 4 November 2014.

Vivanews (13 Juni 2010). Pengguna Ponsel di Indonesia Lampaui Jumlah Penduduk Internet jadi candu. http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/512467-pengguna-ponsel-di-indonesialampaui-jumlah-penduduk. Diakses 4 November 2014.

Wahyono, Bayu S. (2011). Optimalisasi Program Desa Informasi melalui Penguatan Kelembagaan. Jurnal Penelitian IPTEK-KOM Volume 13, No. 2, Desember 2011.

Young, C. G. E. (1999). Managing Your Knowledge for Sustainable Competitive Advantage: A Self Diagnostic Tool to Help Assess the Knowledge Maturity of Your Organization. Cap Gemini UK Plc


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed and listed in:

http://journal.bakrie.ac.id/public/site/images/admin/googlescholar_logo_120 http://journal.bakrie.ac.id/public/site/images/admin/garuda1_120 http://journal.bakrie.ac.id/public/site/images/admin/logo_iamcr_120