PEMANFAATAN TEKNOLOGI BIOPORI UNTUK PEMBUANGAN SAMPAH ORGANIK DAN PENCEGAHAN BANJIR DI KELURAHAN MENTENG ATAS

Wijaya Adidarma, Tri Susanto, Diki Surya

Abstract


Banjir yang melanda sebagian wilayah di Jakarta dewasa ini, akibat kelalaian manusia dalam memperhatikan lingkungan. Kurangnya kepedulian untuk menjaga lingkungan menjadi hal utama penyebab banjir. Kegiatan manusia dengan membangun gedung atau fasilitas lain tanpa memperhitungkan area lahan terbuka mengakibatkan area resapan air hujan semakin berkurang. Demikan juga pembuangan sampah di aliran sungai atau selokan yang tidak pada tempatnya, sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar yang pada akhirnya mengakibatkan luapan air. Oleh karena itu, dibutuhkan pembuatan lubang resapan biopori (LRB) dimana bahan utamanya adalah sampah organik. LRB berfungsi untuk meresapkan air ke dalam tanah dan sampah organik yang ditanam dalam lubang dapat digunakan untuk membuat kompos. LRB tidak membutuhkan area yang luas dan proses pembuatannya sangat mudah, hal ini tentu menjadi solusi yang tepat untuk wilayah dengan lahan terbuka yang sempit. Akan tetapi, teknologi tepat guna ini harus disertai dengan kepedulian masyarakat untuk mau memilah sampah dan merawat LRB. Kepedulian masyarakat untuk menjaga kelestarian alam menjadi kunci utama penanggulangan banjir.


Keywords


banjir, sampah organik, biopori, kompos

References


Barej, J.A.M., Patzold, S., Perkons, U., dan Amelung, W. 2014. Phosphorus fractions in bulk subsoil and its biopore systems. European Journal of Soil Science. 65: 553–561.

Bauke S.L., Sperber, C. V., Seibers, N., Tamburini, F., dan Amelung, W. 2017. Biopore effects on phosphorus biogeochemistry in subsoils. Soil Biology and Chemistry. 111: 157–165.

Gaiser, T., Perkons, U., Küpper, P.M., Kautz, T., Uteau-Puschmann, D., Ewert, F., Enders, A., dan Krauss, G. 2013. Modeling biopore effects on root growth and biomass production on soils with pronounced sub-soil clay accumulation. Ecological Modelling 256, halaman 6–15.

Karuniastuti, N. 2013. Teknologi biopori untuk mengurangi banjir dan tumpukan sampah organic. Forum Teknologi. 4(2): 60–68.

Kautz, T., Amelung, W., Ewert, F., Gaiser, T., Horn, R., Jahn, R., Javaux, M., Kemna, A., Kuzyakov, Y., Munch, J.eC., P€atzold, S., Peth, S., Scherer, H.W., Schloter, M., Schneider, H., Vanderborght, J., Vetterlein, D., Walter, A., Wiesenberg, G.L., dan Kopke, U. 2013. Nutrient acquisition from arable subsoils in temperate climates. Soil Biology and Biochemistry. 57: 1003–1022.

Kuzyakov, Y. dan Blagodatskaya, E. 2015. Microbial hotspots and hot moments in soil: concept & review. Soil Biology and Biochemistry. 83: 184 – 199.

McKenzie, B.M., Bengough, A.G., Hallett, P.D., Thomas, W., Forster, B., dan McNicol, J.W. 2009. Deep rooting and drought screening of cereal crops: a novel field-based method and its application. Field Crops Research. 112: 165–171.

Logsdon, S.D. dan Linden, D.R. 1992. Interactions of earthworms with soil physical conditions influencing plant growth. Soil Science. 154(4): 330–337.

Passioura, J. B. 1991. Soil structure and plant growth. Australian Journal of Soil Research. 29(6): 717–728.

Passioura, J.B. 2002. Soil conditions and plant growth. Plant, Cell and Environment. 25: 311–318.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.